Bekas Rumah Sakit (Episode 10): Kisah Arwani

Posted by

Dulu, Arwani adalah seorang dokter di rumah sakit jalan Kabayan. Dia terkenal sebagai dokter yang sangat ramah. Ia menikahi gadis cantik yang juga seorang dokter, namanya Arini. Setelah menikah, Arwani membeli rumah yang lokasinya tidak jauh dari tempat kerjanya, tak lama kemudian mereka dikaruniai seorang anak perempuan. Pada awalnya semua berjalan baik-baik saja hingga pada suatu malam tragedi memilukan itu terjadi.

Malam itu, hujan turun dengan deras. Arini sedang memasak nasi goreng di dapur, sedangkan Arwani belum pulang dari pekerjaannya. Tiga orang lelaki berbadan besar mengendap masuk, mereka hendak merampok rumah Arwani. Para rampok itu membobol jendela kamar. Mereka melihat ada seorang bayi yang terbaring di tempat tidur.

Dengan cekatan, mereka menjarah lemari dan tempat-tempat yang memungkinkan adanya barang berharga. Saat mereka sedang sibuk menjarah lemari, Arini muncul dari mulut pintu. Ia terkejut bukan main, seorang lelaki yang membawa linggis memukul kepala Arini dengan sangat keras membuatnya jatuh berdebam ke lantai.

Darah mengucur, membasahi lantai. Salah satu dari maling itu memeriksa keadaan Arini. Benturan di kepala Arini sangat keras hingga membuatnya tewas seketika. Untuk lebih memastikannya, lelaki itu memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Arini.

“Gawat bro. Dia tewas! Elu sih mukulnya terlalu keras!” ia memarahi rekannya.

“Terus gimana?” tanya salah satu dari mereka.

“Biarkan saja,” jawab lelaki yang sepertinya menjadi pemimpin di komplotan itu.

“Lalu bayinya?”

“Biarkan saja. Si dokter itu pasti masih di rumah sakit.”

Setelah merasa mengantongi barang-barang berharga, mereka bergegas pergi meninggalkan Arini yang terkapar tidak bernyawa. Bayi Arini menangis kencang, tapi tidak ada tetangga yang datang ke rumah itu. Dua jam kemudian, Arwani akhirnya pulang. Ia heran kenapa istrinya tidak kunjung membukakan pintu.

Dilihatnya jendela kamar terbuka. Arwani mulai curiga lalu buru-buru masuk melalui jendela tersebut. Dan, betapa terkejutnya saat ia melihat Arini terkapar tidak bernyawa di lantai. Ia menangis tidak karuan sambil meminta tolong. Tidak pernah terlintas dalam benak Arwani kalau ia akan kehilangan istrinya secepat itu.

Setelah kejadian tragis itu, Arwani sering melamun sendiri hingga akhirnya dia menjadi gila. Ia tidak pernah bekerja kembali, bayinya tidak terurus lalu diadopsi oleh Bu Hani, tetangganya sendiri.

Semakin hari kondisi Arwani semakin parah. Ia pergi dari rumah dan menjadi gelandangan. Tiga tahun Arwani menghilang, saat muncul kembali di depan rumah Bu Hani, tidak ada satu orang pun yang mengenalinya lantaran tubuh Arwani sangat dekil, rambutnya panjang sepunggung juga acak-acakan.

Arwani sering muncul di depan rumah Bu Hani. Terkadang ia ingat akan anaknya lalu melamun sepanjang hari. Warga mengusir orang gila itu karena dianggap meresahkan. Pergi dari kompleks itu, Arwani sering terlihat di depan rumah sakit tempatnya dulu bekerja.

Seketika ia juga teringat kembali masa lalunya saat bekerja di rumah sakit itu. Selama berhari-hari, Arwani tidur di emperan belakang rumah sakit. Petugas keamanan sudah mengusirnya, tapi ia malah datang kembali ke rumah sakit itu.

Karena bebal dan tidak mau pergi dari sana, suatu malam saat Arwani sedang tidur, dua orang security mengencingi wajahnya. Mereka tertawa terbahak-bahak melihat Arwani bangun sambil menampakkan wajah ketakutan. Mereka menendangi tubuh Arwani dengan sangat keras, tapi kali ini Arwani tidak mau beranjak dari duduknya sama sekali. Ia memeluk dengkul sambil sesekali menatap wajah kedua security itu dengan tatapan menyedihkan.

Karena jengkel, mereka berdua menarik paksa lengan Arwani, memaksanya untuk bangun. Arwani melenguh dan berontak, ia tidak mau pergi dari tempat itu. Akhirnya salah satu dari mereka menendang punggung Arwani, ia tersungkur dengan sangat keras, kepalanya membentur batu. Arwani tewas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *